Showing posts with label nasehat. Show all posts
Showing posts with label nasehat. Show all posts

Saturday, September 8, 2012


10 Karakter Muslimah Sejati :


Karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.
Kesepuluh karakter itu adalah :
Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.

Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.
Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.
Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.
Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.
Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.
Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.
Catatan:
* 10 karakter Muslim/Muslimah sejati ini dirumuskan oleh Hasan Albana

Memahami Kenapa Wanita Menagis


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….” Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?” Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap akesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan”.

Tuesday, June 28, 2011

Tidak syah Nikah Tanpa Wali


Dari Ubaidullah bin Umar Al-Umari rahimahullah dia berkata:
حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الشِّغَارِ
قُلْتُ لِنَافِعٍ مَا الشِّغَارُ قَالَ يَنْكِحُ ابْنَةَ الرَّجُلِ وَيُنْكِحُهُ ابْنَتَهُ بِغَيْرِ صَدَاقٍ وَيَنْكِحُ أُخْتَ الرَّجُلِ وَيُنْكِحُهُ أُخْتَهُ بِغَيْرِ صَدَاقٍ
“Telah menceritakan kepadaku Nafi’ dari ‘Abdullah (bin Umar) radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang nikah syighar.
Saya bertanya kepada Nafi’, “Apa maksud syighar?” Ia menjawab, “Seseorang mengawini anak perempuan seseorang lelaki dengan syarat lelaki tersebut dinikahkan dengan anak perempuannya tanpa mahar. Atau dia menikahi saudara perempuan seorang lelaki dengan syarat lelaki tersebut menikahkannya dengan saudara perempuannya tanpa mahar.” (HR. Al-Bukhari no. 5112 dan Muslim no. 1415)
Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ
“Tidak sah nikah kecuali dengan adanya wali.” (HR. Abu Daud no. 1785, At-Tirmizi no. 1101, dan Ibnu Majah no. 1870)
Dari Aisyah radhiallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَإِنْ دَخَلَ بِهَا فَلَهَا الْمَهْرُ بِمَا اسْتَحَلَّ مِنْ فَرْجِهَا فَإِنْ اشْتَجَرُوا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لَا وَلِيَّ لَهُ
“Wanita manapun yang menikah tanpa seizin walinya maka nikahnya adalah batal, nikahnya adalah batal, nikahnya adalah batal. Jika dia telah digauli maka dia berhak mendapatkan mahar, karena lelaki itu telah menghalalkan kemaluannya. Jika terjadi pertengkaran di antara mereka, maka penguasalah yang menjadi wali atas orang yang tidak punya wali.” (HR. At-Tirmizi no. 1021)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita itu dinikahi karena empat hal: Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka utamakanlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 2661)

Penjelasan ringkas:
Di antara syarah syahnya nikah adalah adanya keridhaan dari kedua mempelai, dalam artian pernikahan tidak dilakukan dalam keadaan terpaksa, ini telah kami terangkan pada artikel sebelumnya.

Syarat syah berikutnya adalah adanya mahar dari pihak lelaki kepada pihak wanita, walaupun dengan nilai yang sedikit dan walaupun belum dibayarkan ketika itu. Karenanya semua pernikahan tanpa mahar seperti nikah syighar adalah nikah yang haram lagi tidak syah.

Syarat syah berikutnya adalah adanya wali bagi mempelai wanita, baik dia masih perawan maupun sudah janda, keduanya disyaratkan mempunyai wali yang menikahkannya. Jika si wanita tidak mempunyai wali karena dia anak zina atau keluarnya seluruhnya kafir misalnya, maka yang menjadi wali dari wanita itu adalah dari pihak yang ditunjuk oleh penguasa. Karenanya semua pernikahan tanpa wali seperti nikah mut’ah dan semacamnya adalah nikah yang batil lagi tidak syah.

Syarat berikutnya adalah adanya dua saksi adil yang menyaksikan pernikahannya. Ada sebuah lafazh tambahan dari hadits Abu Musa di atas, “Tidak sah nikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi yang adil.” Tambahan ini diperselisihkan keabsahannya oleh para ulama, sebagian menyatakan lemahnya seperti Asy-Syaikh Musthafa Al-Adawi dalam Jami’ Ahkam An-Nisa` (3/322) dan sebagian lainnya menyatakan shahihnya seperti Asy-Syaikh Al-Albani dalam Irwa` Al-Ghalil (6/258). Ala kulli hal, Imam Asy-Syafi’i berkata dalam Al-Umm (2/168), “Hadits ini walaupun sanadnya terputus di bawah Nabi shallallahu alaihi wasallam, akan tetapi mayoritas ulama berpendapat dengannya.” At-Tirmizi juga berkata setelah meriwayatkan hadits di atas, “Inilah yang diamalkan oleh para ulama dari kalangan sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam, para tabi’in setelah mereka, dan selain mereka. Mereka menyatakan: Tidak ada nikah tanpa adanya saksi-saksi. Tidak ada seorangpun di antara mereka yang berbeda pendapat dalam masalah ini kecuali sekelompok ulama belakangan.

Selain memperhatikan semua syarat syah nikah di atas, kedua calon mempelai juga harus memperhatikan empat perkara yang tersebut dalam hadits Abu Hurairah di atas dalam memilih pasangan hidupnya. Karena keempat perkara itu merupakan kriteria yang paling ideal mengingat Nabi shallallahu alaihi wasallam sendiri yang langsung menyarankannya.

Sunday, June 19, 2011

Dari Sidratul Muntaha Membawa Cinta




Mungkin iqbal (penyair Islam) sebelum menulis mengelengkan kepalanya. Jenuh memikirkan. Bagaimana dia boleh begitu? Iqbal tidak tahu mengolah puisinya. Bagaimana ingin bermula. Bagaimana menyusun bahasa. Supaya manusia tidak menyalah anggap makna puisinya. Mungkin dalam hati Iqbal kagum. Iqbal mungkin dapat merasakan perjalanan itu. Dapat merasa keindahan itu melalui ilmu wahyu. Kerana tidak ada keindahan selain tempat itu. Tempat yang Maha Agung. Tempat bersemayam Yang Maha Pencipta. Iqbal terkedu lagi. Bagaimana harus aku puitiskannya. Itulah Iqbal mungkin yang ingin menerangkan apa dalam hati dan jiwa melalui kata kata puitisnya. lantas terkeluarlah …

Kalau saja aku jadi Muhammad, pasti aku takkan turun kebumi setelah sampai ke Sidratul Muntaha.

Iqbal meluahkan rasa. Meluahkan cinta yang meluap, yang telah dilalui oleh junjungan kita. Siapakah yang boleh turun balik kebumi setelah berhadap diharibaan Allah. Melihat wajah Allah. Bekata kata dengan Allah. Musa pun pengsan diBukit Tursina bila ingin menjenguk Allah. Muhamad kelangit ketujuh dijemput Allah atas cintanya. Sidratul Muntaha buka tempat biasa. Tempat mulia yang amat mengoda. Tapi Muhammad tidak terliur. Bukan tidak sudi. Bukan tidak kepingin untuk menetap bersama kekasihnya. Tapi Muhamad bukan orang biasa. Yang mementing diri. Allah Maha Tahu. Muhammad cintakan nya terlalu dan terlalu. Tidak dapat disangkal lagi. Tapi Muhamad manusia. Muhammad Rasul. Muhamad punya rasa cinta. Amat cinta. Pada ummatnya. Pada kita.

Bukan Muhamad tidak dapat bandingkan dua kehidupan yang dilaluinya. Dibumi, darah dan airmata. Di Sidratul Muntaha keasyikan yang meraja. Tapi Sidratul Muntaha bukan perhentiannya. Muhammad tahu, umatnya memerlukan unggun. Memerlukan cahaya. Lantas Muhammad turun juga kebumi menembus kegelapan hati kemanusiaan dan menyalakan kembali unggun api Cintanya. Cintanyalah yang membuat dia mengarahkan Buraq dengan laju menjunam kebumi. Itulah Muhammad. Tidak pernah sesaat melupa ummatnya.

Muhammad tidak pernah kering dengan cintanya. Meski pun anak anak Thaif melemparinya hingga berdarah, Cintanya juga memanjatkan doa untuk mereka! “Ya Allah, ampunilah ummat ku sesungguhnya mereka tidak mengetahui’.

Itulah Muhamad Nabi kita. Dengan kekuatan cintanya menakluk jiwa jiwa manusia. Satu persatu. Wahyu terus turun membantu untuk mengerakan dan memarakan api cinta kepada dakwah untuk manusia. Sehingga kota Madinah ditawan dengan cintanya. Seluruh jazirah arab. Rom. Parsi dan hampir sepertiga dunia.

Jalan cinta selalu merubah dan bersatu dengan kekuatan menjangkau dari pangkal hati seorang manusia sehingga merubah peradaban manusia. Cinta. Muhammad. Rasullulah. Cintanya tidak sama macam kita. Cinta kita cinta yang lemah. Cinta kita seperti buih. Cinta kita punya batasan. Cinta kita tak punya kasih sayang. Hanya berhenti setakat lisan. Cinta kita macam air bah. Sedikit teruji kita berubah. Kita lari meninggalkan cita cita besar untuk dakwah. Itulah lemahnya kita dan yang perlu kita perbetulkan. Kerana Cinta ni membawa kekuatan ukuhuwah untuk kita kembali kejalan khilafah. Satu antara tiga jalan yang disebut oleh AlBanna.

Wahai Rasul. Amat agung sekali cintamu pada umat ini.

Suatu hari Malaikat maut pun berjalan perlahan menghampiri tubuh lemah sang kekasih Allah. Nabi Saw. bertanya mengapa Jibril tak ikut menyertainya. Malaikat maut berkata bahwa Jibril sedang bersiap di atas langit dunia untuk menyambut ruh suci kekasih Allah dan penghulu dunia ini. Atas permintaan beliau, Malaikat Jibril pun datang menghampiri. Nabi Saw. bertanya dengan suara lemah, “Wahai Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Jibril menjawab,”Subhanallah, pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu.”

Jawaban itu ternyata tak membuat Rasulullah Saw. lega, matanya masih penuh kecemasan. Jibril cemas lalu bertanya, “Engkau tidak senang mendengar kabar ini, wahai Rasulullah?” Rasulullah Saw. bertanya lagi, ” Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” Jibril menjawab, “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya.’”

Inilah jawaban yang melegakan sang kekasih Allah. Bayangkan pada saat detik-detik terakhir hidupnya, Muhammad Saw. tetap saja menaruh perhatian kepada umatnya. Inilah semua kecintaan yang luar biasa yang ditunjukkan oleh seorang Rasul kepada umatnya. Berapa besar kecintaan yang telah kita berikan kepada Rasulullah Saw. sepanjang hayat kita. Adakah selayaknya kita akan bersama dengannya nanti?

Tika detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah Saw. ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, kening beliau berkeringat, urat-urat lehernya menegang, tanda beliau sedang menahan sakit. ” Wahai Jibril, betapa sakitnya sakratulmaut ini, Lemah suara Rasulullah Saw. mengaduh. Fatimah terpejam tidak mampu melihat ayah-nya, Imam Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril pun berpaling. “Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu, wahai Jibril?” tanya Rasulullah Saw. pada sahabat karibnya itu.

“Siapakah yang tak sedih, melihat kekasih Allah direnggut ajal, ” jawab Jibril. Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah Saw. mengaduh karena sakit yang tak tertahankan lagi. ” Ya, Allah, dahsyat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”

Tidakakah sayu hati kita tika ini! Subhanallah. Sungguh mulia engkau, wahai Rasulullah, pada saat-saat kritis seperti itu engkau masih memikirkan umatmu, engkau masih ingin menanggung semua beban dahsyatnya sakratulmaut ini dari umatmu!

Tubuh suci Rasulullah Saw. pun mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak mem-bisikkan sesuatu, Imam Ali k.w. segera mendekatkan telinganya. “Ushikum bis-shalah, wa ma malakat aimanukum, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.” Dan disaat bibir Rasulullah Saw. yang mulai kebiruan.” Ummati, ummati, ummati terdengar suara lemahnya.

Sungguh tak ada kisah cinta yang setanding Rasullulah.

Itulah Muhammad Saw., yang terlahir untuk jadi cahaya yang menerangi.Ya, dialah cahaya, karena Allah telah mengutusnya dengan membekalinya cahaya dan petunjuk. Allah Swt. berfirman,

Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi ~ (QS Al-Ahzab [33]: 45-46).

Ya habibullah. Redhailah aku untuk bersamamu nanti. Ya Allah Masukkanlah ruh kecintaan dalam lubuk hatiku untuk mencintai KekasihMu.

Monday, May 30, 2011

silih asah silih asih silih asuh


Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!
=========================
Berbicara cinta sejati, ketahuilah sesungguhnya segala ni’mat ini adalah dari Allah SWT, termasuk ni’mat mencintai lawan jenis, untuk itu gunakanlah bingkai yang dibenarkan oleh syariat, dan bingkai itu adalah pernikahan. Itulah sunnah yang sesungguhnya,
===============================
IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA! JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN!
Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam……
=============================
““Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.” (HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”
=============================
“Ingatlah bahwa salah satu sifat muslim sejati adalah bersabar ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat. Subhanallah.. …”
—————————————————————————————————————-
“Orang yg sukses adlh mereka yg berhasil mengenali, menggali, & memompa seluruh potensi Diri, shg mampu menggagas karya2 & ide2 terbaik demi kemaslahatan Ummat.. Salam Ukhuwah dan Silaturahim… Keep Hamasah !!!”
===================
“Berilmu lah sebelum berbicara, bersikap, dan bertindak. Diam adalah kehati hatian. Perhatikan darimana kamu ambil kabar berita..periksa siapa yang berbicara, dan telitilah mana yang benar dan salah!”
=====================
“”Hati yg plg Allah kasihi ialah hati yg plg lembut t’hdp saudaranya, plg bersih dlm keykinannya & plg baik dlm agama” “salam ukhuwah untuk semua sahabatku…
=================================
“seorang mu’min itu jika dia melihat, maka dia mengambil pelajaran, jika dia diam maka dia berfikir, jika dia bicara maka dia mengingat, jika dia diberi sesuatu maka dia bersyukur dan jika dia dicoba maka dia bersabar.”
============================
“Tetaplah tegar!! Krna ALLAH akn slalu mjaga&mLindungimu.. jgn gentar,sdih,atau tkt jk km org b’iman..! Ktakan kbenaran wlw bnyk d hujat org..krn ssngghny bpegang pd islm d hr ini spt mmegang bara api..”
=========================
“Sesuatu akan lebih terasa berharga ketika kita sudah tidak memilikinya,,maka hargai dan jagalah segala yg kita miliki…
====================================
“jlnilah hidup ini penuh dgn takwa&tawakal wahai manusia, karena bumi ini hanya titipan ALLAH SWT semata. Tegakkanlah Jihad fi Sabilillah dgn keridhoan ALLAH SWT dimuka bumi ini, jgn ada p’pecahan shg b’cerai berai antar saudara muslim.
=======================
“Allah itu Tujuan kami… Rasulullah tauladan kami., Alquran Undang2 kami.. Jihad itu jalan hDp kami… Mati d Jalan Allah Cita2 kami t’Tinggi…
—————————————————————————————————————-
Hai saudara-saudaraku umat muslim, mari kita kuatkan barisan kita. Kita tingkatkan keimanan kita. Kita tegakkan kalimat Allah dimuka bumi ini. Insya Allah, kita akan mendapat ridha-Nya.
Allahuakbar!!
=================
Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat
================
Adalah mengagumkan ada seseorang pada hari ini yang mendakwahkan As-Sunnah . Dan lebih mengagumkan lagi adalah orang yang menerima dakwah As-Sunnah. (Irsyadus Sari Fi Syarhis Sunnah lil Barbahari,hal 248)
================
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :
“Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran.” (Al Fatawa 4/149)
==========================
“Ya Allah.. Jikalau cinta ini adalah ketertawanan,tawanlah hatiku dengan cinta kepada-Mu,agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku.. Jikalau rindu ini adalah rasa sakit,penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu….”
====================
“Ssngguh’a sbnar-bnar prkataan adl Kitabullah&sbaik -baik ptnjuk adl ptnjuk Muhammad shallallahu ‘Alaihi Wasallam & sburuk-bruk prkara adl yg d ada2kan(dlm ibdah) krn stiap yg d ada2kan adl bid’ah & stiap bid’ah adl ssat & stiap kssatan brada d neraka”
=============
“Hai manusia,sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa.49:13″
=============
“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sementara dan kepada Rabbul ‘Alamin, Allah Tabaraka Wa Ta’ala, kita semua akan kembali. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian istiqamahlah!”
—————————————————————————————————————-
kumpulan kalimat mutiara nasehat bijak islam – kata-kata nasehat bijaksana islami
—————————————————————————————————————-
““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”
============
“syaik Bakr Abu Zaid berkata: Hiasilah dirimu dengan etika etika jiwa berupa menjaga kehormatan diri, santun,sabar,rendah hati dalam menerima kebenaran, berprilaku tenang dalam bersikap dan berwibawa,teguh serta tawadhu””
============
cinta itu memang indah tapi apakah adil cinta itu hanya untuk manusia saja, sementara manusia itu tidak seberapa pengorbanan nya pada kita, apakah pantas cinta untuk sang pencipta kita taruh pada bagian kedua, pdhl jika bkn karna Nya, apakah mungkin kita bisa merasakan kenikmatan dunia ini,?? janganlah kita terlalu cinta pada manusia yang membuat kita lupa akan kecintaan allah pada kita,, nau’uzubillah
=====================
“Betapa bahagianya dia!…Yaitu orang yang mengingat kuburnya, kemudian ingat kepada RabbNya, orang yang selalu mengoreksi diri, mensucikan hatinya, berbakti kepada kedua orang tuanya, orang yang suka menangis meneteskan air matanya (karena takut kepada Allah) dan dilanjutkan dengan sujud (orang yang memelihara shalatnya), ia bersegera menuju masjid, rajin shalat malam, selalu memaafkan saudara-saudaranya dan mendo’akan untuk mereka kebaikan serta menyalahkan dirinya, ia tidak lupa dengan wiridnya (sesuai dengan tuntunan Rasulullah), maka betapa bahagianya dia…Hendaklah kita semua menjadi orang itu.”
(Majalah Qiblati, rubrik Kisah, vol.01 No. 09 1427H)
=========================
“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan, “Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.”
========================
“”Dan janganlah kamu mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil,dan janganlah kamu sembunyikan yang haq,sedang kamu mengetahui”( al-baqarah:42)

Sunday, May 29, 2011

surat Untuk ALLAH


Kepada Yang Maha Terhormat
Allah Subhanawa Ta’ala
di Arsynya yang tertinggi
Ya Allah….
Disurat ini aku ingin mengucapkan syukur Alhamdullilahirabbil alamin untuk nikmat-nikmat MU yang begitu besar…
Untuk Keindahan cara Mu menjawab doa2ku….
Untuk semua rahmat dan hidayah MU pada ku….
Ya Allah…. Yang Maha Pengasih dan Pemurah,
Shalawat serta Salam hamba haturkan pada Nabi Muhammad SWT…
Sang kekasihMu.. Penyempurna akhlak manusia…
Tiada suri tauladan yang lebih sempurna dari Rasullulah… 
Apalah jadinya hidup hamba tanpa tuntunan dari Hadits2Nya….
Ya Allah….
Ampunilah dosa hambamu ini yang hina dina ini… 
yang seringkali khilaf dan penuh dosa…
Yang seringkali bodoh terhadap petunjuk2Mu…
Yang seringkali lupa akan tuntunanMu….
Ya Allah…..
Ku Mohon…
Terimalah seluruh amal ibadahku dan sujud2 ku sebagai wujud syukurku padaMU….
Terimalah cinta dari hambaMU ini dari hati yang seringkali menomor sekian diriMu…
Apalah daya hamba selain karena pertolonganMU…
Karena Engkaulah sebaik-baiknya penolong dan pelindung….
Ya Allah…..
Karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk menghadapi semua keputusan dan ujian yang menyertai hidupku…
Ingatkanlah aku kepadaMu dikala ku muda dan memiliki waktu luang….
Ingatkanlah kepadaku KepadaMu dikala diriku lemah dan jauh dari diriMu…. 

Wanita Penyejuk Hati


Bismillahirrahmaannirrahiim
Wanita Penyejuk Hati
Intisari sebuah buku karya Ahmad Izzan Publish by OASE (Mata Air Makna)
Selamat membaca para calon istri/istri sholeha yang ingin meraih surga tertinggi ridho ALLAH dan suami didalam keluarga penuh keberkahan.. Keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah.. Amin..:)
Wanita Penyejuk Hati Dalam Pandangan Rasulullah
“Wanita terbaik adalah yang menyenangkan suaminya bila ia dipandang dan menaati perintah suaminya bila ia disuruh serta tidak mengkhianatinya baik dalam menjaga dirinya sendiri maupun harta suaminya yang sangat tidak disukai” (HR. Abu DAud dan Nasa’I dengan isnad hasan)
“Seorang wanita dinikahi dengan mempertimbangkan 4 hal yaitu hartanya, keturunannya, kecantikkannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya kamu akan berbahagia” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Nikahilah wanita yang penuh kasih sayang dan yang subur (banyak menghasilkan anak)” (HR. Abu Dud dan Nasa’i)
“Sebaik-baik wanita (istri) adalah istri yang tenang seperti unta. Sebaik-baiknya wanita Quraisy adalah yang paling mencintai anaknya pada masa kanak2 dan yang dapat menjaga suaminya dengan segala kemampuannya” (HR. Bukhari)
“Hendaklah engkau menikah dengan seorang gadis agar engkau bisa bermain2 dengannya dan ia bisa bermain2 denganmu, serta engkau bisa tertawa bersamanya dan ia juga tertawa bersamamu” (HR. Muslim)
“Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka”    QS. 2:187
Gambaran Psikologis dan Moralitas Wanita Penyejuk Hati
1. Tidak melupakan kodrat kewanitaannya
2. Memperhatikan prioritas
3. Logis dalam mengajukan permintaan
4. Tidak menyusahkan suami
5. Selalu menjaga penampilannya
6. Bersikap bijak
7. Selalu berusaha memperoleh pengalaman baru/hikmah dari segala kejadian
8. Menjaga independensi rumah tangganya
9. Menjalin interaksi positif dengan keluarga suami
10. Selalu memelihara kebersihan dan kecantikan
11. Tulus dan ikhlas
12. Tidak melampui batas dalam bergaul dengan tetangga dan tidak memasukkan seseorang kerumahnya kecuali atas izin suaminya
13. Selalu berorientasi kedepan
14. Tidak menganggap harta sebagai bukti kecintaan
15. TIdak berlebihan dalam makan dan minum
16. Meletakkan segala sesuatu ditempatnya à memiliki batas2 minimal bagi objektivitas yang selalu dipeliharanya dari penagruh orang lain
17. Tidak menyimpan catatan hitam dalam dirinya
Melihat kekurangan2 suami secara proposional, tidak membesar2kannya, serta berusaha meletakkan sisi kekurangan2 itu dengan kelebihan2 yang dimiliki suaminya.
“Sesungguhnya perbuatan2 yang baik itu menghapus perbuatan2 yang buruk” QS 11:14
18. Bersikap positif terhadap kelemahan dirinya dan kelemahan suaminya
19. Selalu menghindari perselisihan dan percekcokan
Nasehat untuk seorang istri :
Mintalah maaf kepadaku
Niscaya engkau akan merasakan keabadian cintaku
Dan janganlah engkau angkat bicara saat aku berada didalam puncak kemarahan
Janganlah engaku berceloteh seperti suara genderang, karena sesungguhnya engaku tidak mengetahui bagaimana yangtidak terlihat itu terjadi
Dan janganlah engkau terlalu banyak mengeluh karena itu hanya menghilangkan kekuatan
Sehingga hatiku tertutup lagi bagimu
Karena hati itu selalu berubah2
Sesungguhnya aku melihat cinta dan kebenciaan dalam hati
Jika keduanya berkumpul niscaya cinta itu akan tersisih
20. Tidak mendorong suaminya pada kerusakan
21. Tidak pernah menipu
22. Selalu menyebut2 kelebihan2nya
23. Tidak cengeng dan sakit2an
24. Tidak banyak bicara , Tahu kapan harus berbicara dan diam
25. Tidak suka berpenampilan yang sensasional yang berlebih2an
26. Tidak bermata jelalatan
27. Menghindari tempat2 yang rawan
28. Memahami watak suami dan berusaha beradaptasi
29. Pandai mengurus rumah tangga
30. Tidak mengabaikan hak suami dengan alas an mengerjakan Hak ALLAH
31. Selalu mendampingi suami dalam suka dan duka
32. Pandai berkomunikasi
33. Selalu mengungkapkan perasaannya dan memberikan kesempatan kepada suaminya untuk mengungkapkan perasaannya juga
34. Ridho terhadap ketetapan dan ketentuan ALLAH SWT
35. TIdak cemburu berlebih2an
36. Tidak sombong
37. Selalu mensyukuri nikmat ALLAH SWT
38. Bukan tipe wanita yang senang mempermainkan pria
39. Berusaha memberi sebelum meminta
40. Penuh percaya diri
41. BUkan wanita yang suka mencela
42. Selalu menepati janji
43. Memahami keinginan dan perasaan suami
44. Tidak menyerahkan anak2 kepada pembantu
45. Tidak terbelenggu oleh rutinitas
46. Selalu mengadakan improvisasi
47. Mencintai suami sepenuh hati
48. Selalu mendengarkan suami
49. Tidak suka mengatur dan merendahkan martabat suami
50. Tidak banyak menuntut
51. TIdak cenderung menguasai suami
52. Rapi tetapi tidak berlebih2an
53. Tabah menghadapi setiap kondisi
54. Memelihara sifat2 baik
55. Lima Titik Pusat Daya Tarik Wanita
a.Pandangan, Hindarilah bernampilan buruk dihadapan suami
b. Pendengaran, Pandai memilih dan menggunakan kata2, mengetahui kapan waktunya bicara dan diam
c. Penciuman, Selalu memperhatikan badannya serta menyiraminya dengan berbagai aroma segar dan harum
d. Perabaan, Jaga kehalusan dan kemulusan kulitmu
e. Perasa, Jaga kebersihan mulut dan gigimu
Kiat-Kiat Wanita Penyejuk Hati Memecahkan Masalah
1. Perjelaslah duduk perkara permasalahan apakah benar2 merupakan perselisihan atau percekcokan yang substansial atau hanya disebabkan oleh kesalahpahaman
2. Mencari akar masalah, Jika perselisihan itu benar2 mengenai suatu masalah yang penting maka ia harus berusaha mencari akar permasalahannya. Jangan sampai ia terjebak pada keinginan untuk mengungkit kesalahan2yang pernah dilakukan suaminya pada masa lalu. Sebab mengungkit2 kesalahan hanya akan memperluas wilayah perselisihan dan menghabiskan banyak tenaga yang akan memperburuk perselisihan
3. Membuka diri, Membiacarakan pikiran, perasaan, keinginan dan emosinya serta berusaha unatuk tidak membicarakan hal-hal yang menyangkut diri suaminya yang dapat membuat sang suami merasa dituduh.
4. Mencari titik persamaan dan pemahaman serta menguatkannya
5. Berdamai atas dasar ketulusan niat
6. Memelihara kualitas komunikasi yang baik antara suami dan istri
Beberapa Kesalahan Fatal yang Dilakukan Kaum Wanita
1. Menyembunykan unek2 dalam hatinya dan menahan perasaan
2. Melibatkan orang lain dalam perselisihan
3. Menggunakan cara yang mematikan kepribadian suami à Menggunakan kata2 kasar dan menghinakan yang dapat menyakiti hati sang suami
4. Bertengkar dihadapan anak2
5. Jika diacuhkan suami à Tidak menuntut lebih banyak terhadap suami atau membebaninya dengan hal2 yang berat.
Tipikal Wanita Penyejuk Hati
1. Melahirkan suaminya kembali
Wanita penyejuk hati adalah wanita yang kreatif, produktif dan inovatif. Ia selalu mengetahui bagaimana menjadikan suaminya bagaikan terlahir kembali.
2. Bersama suaminya merancang tujuan hidup
3. Menghidupkan motivasi dan harapan suami
4. Mengimbangi suami dalam kegiatan prestatif
Seorang wanita tidak akan dapat menyemangati dan mendorong suaminya untuk mencapai keberhasilan kecuali bila ia kreatif dan mampu menghibur ketika sang suami mengalami kesusahan.
5. Tidak menghalangi tekad bulat suami
6. Pandai melontarkan kritik membangun
7. Memahami politik anti campur tangan
Hal ini perlu dilakukan apabila suami yang lebih suka mengerjakan pekerjaan mereka sendiri, untuk menghadapinya seorang istri yang baik akan berusaha menciptakan ketenangan dan kebahagiaan dirumah agar pekerjaan sang suami tidak terganggu.
8. Memberi kesempatan kepada suami untuk menekuni pekerjaannya
9. Tidak menjadikan aib suaminya sebagai pengahalang
10. Menjadi sandaran tebaik bagi suami saat mengalami krisis
11. Selalu member motivasi kepada suami dan tidak meninggalkannya ketika mengalami kegagalan
Doaku :
Ya ALLAH sesungguhnya Engkau mengetahui hati2 ini terhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,telah terpadu dalam membela syariat-Mu.
Teguhkanlah, ya ALLAH ikatannya. Kekalkanlah cinta kasihnya. Tunjukilah jalan2nya. Penuhilah hati2 tersebut dengan cahaya-Mu yang tidak pernah hilang.
Lapangkanlah dada2 kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu dan indahnya bertawakkal kepada-Mu. Hidupkanlah hati ini dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid dijalan-Mu.
Engkaulah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong.
Ya ALLAH, kabulkanlah dan sampaikanlah shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW., dan sampaikan salam juga kepada keluarga, para sahabatnya.
Amin Ya Robbal’alamin

Thursday, May 5, 2011

Bijaksana Pada sang Tulang Rusuk


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ(“Assalamu ‘alaikum”)

 BismillahiRahmaniRahiim

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Alloh memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak..” (QS. An-Nisa : 1)

Sebagian besar mufassirin (ahli tafsir) menjelaskan yang dimaksud “dari padanya”itu adalah bagian tubuh (tulang rusuk) Adam sebagaimana hadist yang diriwayatkan Bukhari Muslim yang akan penulis sampaikan nanti. Dari ayat tersebut, Iman kita diajarkan untuk mengetahui bahwa, wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki.

Selanjutnya, ternyata bukan hanya secara biologis seorang wanita membawa unsur tulang rusuk laki-laki.
Melainkan kejiwaannya juga mensifati tulang rusuk. Bengkok dan rapuh.

Sebagaimana sabda Rosulullah : Berwasiatlah kalian mengenai kaum wanita. Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Sesungguhnyatulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kau meluruskannya, maka kau mematahkannya. Jika kau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Maka berwasiatlah kalian mengenai wanita (HR Bukhari)

Begitulah, dalam fitrahnya wanita membawa sisi-sisi perbedaan dengan kaumlaki-laki. Terkadang, perbedaan itu terwujud berupa kelemahan atau kebengkokan.

Suatu ketika Rasulullah harus sedikit menegur Aisyah ketika sang Humaira cemburu berat.
Aisyah berkata “Rasulullah jika mengingat Khadijah, tak bosan-bosannya memuji dan beristighfar untuknya. Hingga pada suatu hari beliau menyebut-nyebutnya yang membuatku terbawa oleh rasa cemburu. Aku berkata, ‘Alloh telah menggantikan yanglanjut usia itu bagimu.’ Aku saksikan beliau sangat marah seraya berkata, “Apa yang kau katakan? Demi Allah, ia beriman ketika orang-orang mendustakan aku.

Ia melindungi ketika orang-orang menolakku.
Darinya aku dikaruniai anak-anak dan tidak aku dapatkan dari kalian.
” Aku sangat menyesal sambil berdoa dalam hati: Ya Allah,jika Engkau hilangkan kemarahan Rasul-Mu terhadapku, aku tak akan lagi menyebutkan kejelekannya,”
Perilaku itu bukanlah aib bagi Aisyah. Sikap itu bukanlah lahir dari tempaan hidup yang salah. Atau bukan karena pergaulan dan didikan orangtua yang keliru. Itulah kejiwaannya sebagai wanita, yang pastinya itu juga ada pada semua wanita. Kebengkokan itu sesekali muncul ke permukaan. Aisyah adalah seorang wanita ahli Syurga, tapi di dunia, ia tetap hidup sebagaimana fitrah wanita pada umumnya.

Sifat bengkok itu sudah ada sejak Allah meniupkan ruh ke dalam rahim ibu seorangwanita.
Maka dari itu, kebengkokan seorang wanita bukanlah untuk dibenci. Kebengkokan mereka bukanlah aib.
Apalagi tanpa ampun dijadikan pembenar untuk menyakiti. Karena kebengkokan itu bukanlah berkaitan dengan rendahnya derajat dirinya di hadapan Allah.
Di hadapanAllah kemuliaan seorang wanita dan laki-lakitetap secara adil dilihat dari amal sholihnya. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal sholih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (QS. An-Nisa : 124)


Kebengkokan itu, menurut Dr. Akram Ridha, juga bersifat emosional dan bukan karakter yang melekat terus menerus. Seorang wanita kadang dikuasai oleh emosinya hingga tak mampu bersikap bijaksana saat mengambil keputusan, atau kadang ia berbuat atau berkata tidak pantas pada suaminya. Maka sebaiknya suami harus bersabar dan melihat kebengkokan istri tersebut sebagai kondisi diluar kendali dirinya. Ia tak bermaksud menyempitkan dan menyakiti suaminya.

Bila Rasul mengabarkannya untuk kita tentang kelemahan perempuan,
bukan maksud merendahkan kedudukan mereka.
Melainkan untuk diketahui, dimaklumi dan selanjutnya dipergauli dengan ma’ruf dan penuh kasih sayang.

Monday, May 2, 2011

Cara menyempurnakan solat taubat nasuhah


ALLAH swt sentiasa memerintahkan kita supaya bertaubat, sebagaimana firman-Nya yang bermaksud: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar.” (At-Tahrim: 8.)
Allah telah membuka pintu harapan kepada hamba-hambaNya: “Katakanlah; wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampunkan dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53)
Syarat-syarat taubat :
  1. Ikhlas ingin bertaubat
  2. Tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi
  3. Menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan
  4. Harus mempunyai tekad di dalam hati tidak akan melakukan dosa itu untuk selama-lamanya
  5. Dikerjakan sebelum ajal tiba
Jika salah satu syarat tidak dipenuhi, maka taubat yang dilakukan itu tidaklah sah. Jika dosa berkaitan dengan manusia yang lain, maka syaratnya ditambah lagi, iaitu harus dapat membebaskan diri dari hak orang yang berkaitan. Contohnya jika hal itu berbentuk harta, harus dikembalikan. Jika berbentuk hukuman, ia harus menyerahkan diri mohon dimaafkan. Jika hal berupa cacian dan sebagainya, maka ia harus memohon keredhaannya.
Waktu melaksanakan taubat :
Taubat tidak boleh diundur-undur atau ditunda. Kerana jika demikian ia sangat berbahaya bagi hati manusia. Jika tidak segera menyucikan diri sedikit demi sedikit, maka pengaruh dosa itu akan bertompok-tompok, dan akhirnya akan merosakkan hati sehingga tertutup dari cahaya kebenaran.
Di antara penyebab yang akan membangkitkan jiwa bertaubat seseorang itu adalah jiwa yang selalu mengingati hari kematian dan hidup bersendirian di dalam kubur. Kata-kata mati adalah sesuatu yang sangat menakutkan kebanyakan manusia. Mati beerti berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Hari terputusnya segala nikmat. Sedangkan berpisah sebentar sahaja dengan anak atau isteri, dapat mengalirkan air mata kesedihan, apa lagi berpisah untuk selamanya
Firman Allah: “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula.” (Az-Zumar: 30)
Di samping mengingat tentang azab penderitaan yang bakal dihadapi oleh orang-orang yang berdosa mengingat kenikmatan syurga yang bakal ditempati oleh orang-orang yang soleh juga akan dapat membangkitkan keinginan jiwa untuk melakukan taubat dengan segera.
Cara melaksanakan solat taubat :
Cara melaksanakan solat taubat ini sama dengan solat biasa, iaitu setelah berwuduk dengan sempurna, lalu berdiri di tempat yang suci, menghadap kiblat;
  • Waktu di lakukan – bila-bila masa merasa telah berbuat dosa (kecuali waktu makruh tahrim utk melakukan solat)*. Sebaik-baiknya 2/3 malam (pukul 2 pagi ke atas), semasa Qiyamullail
  • Lafaz niat: “Sahaja aku mengerjakan solat sunat taubat dua rakaat kerana Allah Ta’ala.” (Cukup di dalam hati, ada perbahasan ulama’ tentang lafaz niat dlm ibadah – sila rujuk kpd pakar feqah)
  • Rakaat pertama membaca (disunatkan membaca doa Iftitah) kemudian surah Al-Fatihah. Selepas itu mana2 ayat atau surah dalam al-Quran.
  • Rakaat kedua membaca surah Al-Fatihah. Selepas itu mana2 ayat atau surah dalam al-Quran.
  • Semasa sujud akhir rakaat kedua, ucapkanlah Doa Nabi Yunus sebanyak 40 kali (bersungguh-sungguh di dalam hati memohon keampunan dari Allah Ta’ala),
  • 027alquran3.gif
    Ertinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
  • Selepas salam, perbanyakkan istighfar seperti,
munajat1.jpg
Ertinya: Ampunilah hamba Ya Allah. Tuhan yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang lain melainkan hanya Engkau. Dialah Tuhan yang Maha Hidup lagi Maha Perkasa dan hamba bertaubat kepada Engkau ya Allah.
  • dan berdoa dengan Penghulu Istighfar,
penghulu.jpg
Ertinya: “Ya, Allah Engkaulah Tuhanku, Tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku. Sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di dalam genggaman-Mu dan di dalam perjanjian setia ( beriman dan taat ) kepada-Mu sekuat mampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah ku lakukan. Aku mengakui atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada ku dan aku mengaku segala dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”
  • Kemudian boleh juga berdoa mengikut luahan hati dan munajat masing-masing ke hadhrat Allah.
———————————————————–
*Makruh tahrim – Petikan dari “170 Solat-Solat Sunat”, Abd Rahman Mukhlis, Terbitan Jasmin Enterprise, ms 8-9 ;
Fuqaha Syafi’iyah berpendapat bahawa makruh tahrim hukumnya melaksanakan sembahyang sunat tanpa sebab, dan sembahyang itu dipandang tidak sah jika dilakukan dalam lima waktu berikut:
  1. Selepas sembahyang Subuh yang dilaksanakan secara tunai (bukan sembahyang qadha’), hingga matahari menyingsing sepenggalah.
  2. Ketika matahari terbit hingga menyingsing seperti galah.
  3. Selepas melakukan sembahyang Asar yang dilaksanakan secara tunai sekalipun ia dijamak dengan Zuhur pada waktu Zuhur (jamak taqdim).
  4. Ketika matahari berwarna kuning, hingga terbenam seluruhnya.
  5. Ketika matahari benar-benar berada di atas kepala (di tengah-tengah langit) hingga gelincir ke Barat. Kecuali waktu Istiwa’ (matahari berada di tengah-tengah langit pada hari Jumaat.
Bagaimanapun, jika sembahyang yang dilakukan itu ada sebab yang mendahuluinya seperti sembahyang Tahiyyatul Masjid, walaupun khatib sudah berada di atas mimbar, sembahyang Sunat Wuduk dan sembahyang Sunat Tawaf sebanyak dua rakaat.
Begitu juga sembahyang yang mempunyai waktu terkait (muqayyad), seperti sembahyang Istisqa’ dan sembahyang Gerhana Matahari. Maka hukumnya adalah sah tanpa dimakruhkan, sebab ia terkait dengan turunnya hujan dan terhalangnya cahaya matahari.
Adapun melaksanakan sembahyang sunat ketika bilal qamat adalahmakruh tanzih, kecuali ketika qamat sembahyang Jumaat. Sembahyang sunat yang dilakukan ketika bilal sudah qamat pada sembahyang Jumaat adalah haram hukumnya.