Showing posts with label Peringatan. Show all posts
Showing posts with label Peringatan. Show all posts

Monday, May 30, 2011

silih asah silih asih silih asuh


Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!
=========================
Berbicara cinta sejati, ketahuilah sesungguhnya segala ni’mat ini adalah dari Allah SWT, termasuk ni’mat mencintai lawan jenis, untuk itu gunakanlah bingkai yang dibenarkan oleh syariat, dan bingkai itu adalah pernikahan. Itulah sunnah yang sesungguhnya,
===============================
IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA! JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN!
Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam……
=============================
““Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.” (HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”
=============================
“Ingatlah bahwa salah satu sifat muslim sejati adalah bersabar ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat. Subhanallah.. …”
—————————————————————————————————————-
“Orang yg sukses adlh mereka yg berhasil mengenali, menggali, & memompa seluruh potensi Diri, shg mampu menggagas karya2 & ide2 terbaik demi kemaslahatan Ummat.. Salam Ukhuwah dan Silaturahim… Keep Hamasah !!!”
===================
“Berilmu lah sebelum berbicara, bersikap, dan bertindak. Diam adalah kehati hatian. Perhatikan darimana kamu ambil kabar berita..periksa siapa yang berbicara, dan telitilah mana yang benar dan salah!”
=====================
“”Hati yg plg Allah kasihi ialah hati yg plg lembut t’hdp saudaranya, plg bersih dlm keykinannya & plg baik dlm agama” “salam ukhuwah untuk semua sahabatku…
=================================
“seorang mu’min itu jika dia melihat, maka dia mengambil pelajaran, jika dia diam maka dia berfikir, jika dia bicara maka dia mengingat, jika dia diberi sesuatu maka dia bersyukur dan jika dia dicoba maka dia bersabar.”
============================
“Tetaplah tegar!! Krna ALLAH akn slalu mjaga&mLindungimu.. jgn gentar,sdih,atau tkt jk km org b’iman..! Ktakan kbenaran wlw bnyk d hujat org..krn ssngghny bpegang pd islm d hr ini spt mmegang bara api..”
=========================
“Sesuatu akan lebih terasa berharga ketika kita sudah tidak memilikinya,,maka hargai dan jagalah segala yg kita miliki…
====================================
“jlnilah hidup ini penuh dgn takwa&tawakal wahai manusia, karena bumi ini hanya titipan ALLAH SWT semata. Tegakkanlah Jihad fi Sabilillah dgn keridhoan ALLAH SWT dimuka bumi ini, jgn ada p’pecahan shg b’cerai berai antar saudara muslim.
=======================
“Allah itu Tujuan kami… Rasulullah tauladan kami., Alquran Undang2 kami.. Jihad itu jalan hDp kami… Mati d Jalan Allah Cita2 kami t’Tinggi…
—————————————————————————————————————-
Hai saudara-saudaraku umat muslim, mari kita kuatkan barisan kita. Kita tingkatkan keimanan kita. Kita tegakkan kalimat Allah dimuka bumi ini. Insya Allah, kita akan mendapat ridha-Nya.
Allahuakbar!!
=================
Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat
================
Adalah mengagumkan ada seseorang pada hari ini yang mendakwahkan As-Sunnah . Dan lebih mengagumkan lagi adalah orang yang menerima dakwah As-Sunnah. (Irsyadus Sari Fi Syarhis Sunnah lil Barbahari,hal 248)
================
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :
“Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran.” (Al Fatawa 4/149)
==========================
“Ya Allah.. Jikalau cinta ini adalah ketertawanan,tawanlah hatiku dengan cinta kepada-Mu,agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku.. Jikalau rindu ini adalah rasa sakit,penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu….”
====================
“Ssngguh’a sbnar-bnar prkataan adl Kitabullah&sbaik -baik ptnjuk adl ptnjuk Muhammad shallallahu ‘Alaihi Wasallam & sburuk-bruk prkara adl yg d ada2kan(dlm ibdah) krn stiap yg d ada2kan adl bid’ah & stiap bid’ah adl ssat & stiap kssatan brada d neraka”
=============
“Hai manusia,sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa.49:13″
=============
“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sementara dan kepada Rabbul ‘Alamin, Allah Tabaraka Wa Ta’ala, kita semua akan kembali. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian istiqamahlah!”
—————————————————————————————————————-
kumpulan kalimat mutiara nasehat bijak islam – kata-kata nasehat bijaksana islami
—————————————————————————————————————-
““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”
============
“syaik Bakr Abu Zaid berkata: Hiasilah dirimu dengan etika etika jiwa berupa menjaga kehormatan diri, santun,sabar,rendah hati dalam menerima kebenaran, berprilaku tenang dalam bersikap dan berwibawa,teguh serta tawadhu””
============
cinta itu memang indah tapi apakah adil cinta itu hanya untuk manusia saja, sementara manusia itu tidak seberapa pengorbanan nya pada kita, apakah pantas cinta untuk sang pencipta kita taruh pada bagian kedua, pdhl jika bkn karna Nya, apakah mungkin kita bisa merasakan kenikmatan dunia ini,?? janganlah kita terlalu cinta pada manusia yang membuat kita lupa akan kecintaan allah pada kita,, nau’uzubillah
=====================
“Betapa bahagianya dia!…Yaitu orang yang mengingat kuburnya, kemudian ingat kepada RabbNya, orang yang selalu mengoreksi diri, mensucikan hatinya, berbakti kepada kedua orang tuanya, orang yang suka menangis meneteskan air matanya (karena takut kepada Allah) dan dilanjutkan dengan sujud (orang yang memelihara shalatnya), ia bersegera menuju masjid, rajin shalat malam, selalu memaafkan saudara-saudaranya dan mendo’akan untuk mereka kebaikan serta menyalahkan dirinya, ia tidak lupa dengan wiridnya (sesuai dengan tuntunan Rasulullah), maka betapa bahagianya dia…Hendaklah kita semua menjadi orang itu.”
(Majalah Qiblati, rubrik Kisah, vol.01 No. 09 1427H)
=========================
“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan, “Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.”
========================
“”Dan janganlah kamu mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil,dan janganlah kamu sembunyikan yang haq,sedang kamu mengetahui”( al-baqarah:42)

Sunday, May 29, 2011

surat Untuk ALLAH


Kepada Yang Maha Terhormat
Allah Subhanawa Ta’ala
di Arsynya yang tertinggi
Ya Allah….
Disurat ini aku ingin mengucapkan syukur Alhamdullilahirabbil alamin untuk nikmat-nikmat MU yang begitu besar…
Untuk Keindahan cara Mu menjawab doa2ku….
Untuk semua rahmat dan hidayah MU pada ku….
Ya Allah…. Yang Maha Pengasih dan Pemurah,
Shalawat serta Salam hamba haturkan pada Nabi Muhammad SWT…
Sang kekasihMu.. Penyempurna akhlak manusia…
Tiada suri tauladan yang lebih sempurna dari Rasullulah… 
Apalah jadinya hidup hamba tanpa tuntunan dari Hadits2Nya….
Ya Allah….
Ampunilah dosa hambamu ini yang hina dina ini… 
yang seringkali khilaf dan penuh dosa…
Yang seringkali bodoh terhadap petunjuk2Mu…
Yang seringkali lupa akan tuntunanMu….
Ya Allah…..
Ku Mohon…
Terimalah seluruh amal ibadahku dan sujud2 ku sebagai wujud syukurku padaMU….
Terimalah cinta dari hambaMU ini dari hati yang seringkali menomor sekian diriMu…
Apalah daya hamba selain karena pertolonganMU…
Karena Engkaulah sebaik-baiknya penolong dan pelindung….
Ya Allah…..
Karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk menghadapi semua keputusan dan ujian yang menyertai hidupku…
Ingatkanlah aku kepadaMu dikala ku muda dan memiliki waktu luang….
Ingatkanlah kepadaku KepadaMu dikala diriku lemah dan jauh dari diriMu…. 

Wanita Penyejuk Hati


Bismillahirrahmaannirrahiim
Wanita Penyejuk Hati
Intisari sebuah buku karya Ahmad Izzan Publish by OASE (Mata Air Makna)
Selamat membaca para calon istri/istri sholeha yang ingin meraih surga tertinggi ridho ALLAH dan suami didalam keluarga penuh keberkahan.. Keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah.. Amin..:)
Wanita Penyejuk Hati Dalam Pandangan Rasulullah
“Wanita terbaik adalah yang menyenangkan suaminya bila ia dipandang dan menaati perintah suaminya bila ia disuruh serta tidak mengkhianatinya baik dalam menjaga dirinya sendiri maupun harta suaminya yang sangat tidak disukai” (HR. Abu DAud dan Nasa’I dengan isnad hasan)
“Seorang wanita dinikahi dengan mempertimbangkan 4 hal yaitu hartanya, keturunannya, kecantikkannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya kamu akan berbahagia” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Nikahilah wanita yang penuh kasih sayang dan yang subur (banyak menghasilkan anak)” (HR. Abu Dud dan Nasa’i)
“Sebaik-baik wanita (istri) adalah istri yang tenang seperti unta. Sebaik-baiknya wanita Quraisy adalah yang paling mencintai anaknya pada masa kanak2 dan yang dapat menjaga suaminya dengan segala kemampuannya” (HR. Bukhari)
“Hendaklah engkau menikah dengan seorang gadis agar engkau bisa bermain2 dengannya dan ia bisa bermain2 denganmu, serta engkau bisa tertawa bersamanya dan ia juga tertawa bersamamu” (HR. Muslim)
“Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka”    QS. 2:187
Gambaran Psikologis dan Moralitas Wanita Penyejuk Hati
1. Tidak melupakan kodrat kewanitaannya
2. Memperhatikan prioritas
3. Logis dalam mengajukan permintaan
4. Tidak menyusahkan suami
5. Selalu menjaga penampilannya
6. Bersikap bijak
7. Selalu berusaha memperoleh pengalaman baru/hikmah dari segala kejadian
8. Menjaga independensi rumah tangganya
9. Menjalin interaksi positif dengan keluarga suami
10. Selalu memelihara kebersihan dan kecantikan
11. Tulus dan ikhlas
12. Tidak melampui batas dalam bergaul dengan tetangga dan tidak memasukkan seseorang kerumahnya kecuali atas izin suaminya
13. Selalu berorientasi kedepan
14. Tidak menganggap harta sebagai bukti kecintaan
15. TIdak berlebihan dalam makan dan minum
16. Meletakkan segala sesuatu ditempatnya à memiliki batas2 minimal bagi objektivitas yang selalu dipeliharanya dari penagruh orang lain
17. Tidak menyimpan catatan hitam dalam dirinya
Melihat kekurangan2 suami secara proposional, tidak membesar2kannya, serta berusaha meletakkan sisi kekurangan2 itu dengan kelebihan2 yang dimiliki suaminya.
“Sesungguhnya perbuatan2 yang baik itu menghapus perbuatan2 yang buruk” QS 11:14
18. Bersikap positif terhadap kelemahan dirinya dan kelemahan suaminya
19. Selalu menghindari perselisihan dan percekcokan
Nasehat untuk seorang istri :
Mintalah maaf kepadaku
Niscaya engkau akan merasakan keabadian cintaku
Dan janganlah engkau angkat bicara saat aku berada didalam puncak kemarahan
Janganlah engaku berceloteh seperti suara genderang, karena sesungguhnya engaku tidak mengetahui bagaimana yangtidak terlihat itu terjadi
Dan janganlah engkau terlalu banyak mengeluh karena itu hanya menghilangkan kekuatan
Sehingga hatiku tertutup lagi bagimu
Karena hati itu selalu berubah2
Sesungguhnya aku melihat cinta dan kebenciaan dalam hati
Jika keduanya berkumpul niscaya cinta itu akan tersisih
20. Tidak mendorong suaminya pada kerusakan
21. Tidak pernah menipu
22. Selalu menyebut2 kelebihan2nya
23. Tidak cengeng dan sakit2an
24. Tidak banyak bicara , Tahu kapan harus berbicara dan diam
25. Tidak suka berpenampilan yang sensasional yang berlebih2an
26. Tidak bermata jelalatan
27. Menghindari tempat2 yang rawan
28. Memahami watak suami dan berusaha beradaptasi
29. Pandai mengurus rumah tangga
30. Tidak mengabaikan hak suami dengan alas an mengerjakan Hak ALLAH
31. Selalu mendampingi suami dalam suka dan duka
32. Pandai berkomunikasi
33. Selalu mengungkapkan perasaannya dan memberikan kesempatan kepada suaminya untuk mengungkapkan perasaannya juga
34. Ridho terhadap ketetapan dan ketentuan ALLAH SWT
35. TIdak cemburu berlebih2an
36. Tidak sombong
37. Selalu mensyukuri nikmat ALLAH SWT
38. Bukan tipe wanita yang senang mempermainkan pria
39. Berusaha memberi sebelum meminta
40. Penuh percaya diri
41. BUkan wanita yang suka mencela
42. Selalu menepati janji
43. Memahami keinginan dan perasaan suami
44. Tidak menyerahkan anak2 kepada pembantu
45. Tidak terbelenggu oleh rutinitas
46. Selalu mengadakan improvisasi
47. Mencintai suami sepenuh hati
48. Selalu mendengarkan suami
49. Tidak suka mengatur dan merendahkan martabat suami
50. Tidak banyak menuntut
51. TIdak cenderung menguasai suami
52. Rapi tetapi tidak berlebih2an
53. Tabah menghadapi setiap kondisi
54. Memelihara sifat2 baik
55. Lima Titik Pusat Daya Tarik Wanita
a.Pandangan, Hindarilah bernampilan buruk dihadapan suami
b. Pendengaran, Pandai memilih dan menggunakan kata2, mengetahui kapan waktunya bicara dan diam
c. Penciuman, Selalu memperhatikan badannya serta menyiraminya dengan berbagai aroma segar dan harum
d. Perabaan, Jaga kehalusan dan kemulusan kulitmu
e. Perasa, Jaga kebersihan mulut dan gigimu
Kiat-Kiat Wanita Penyejuk Hati Memecahkan Masalah
1. Perjelaslah duduk perkara permasalahan apakah benar2 merupakan perselisihan atau percekcokan yang substansial atau hanya disebabkan oleh kesalahpahaman
2. Mencari akar masalah, Jika perselisihan itu benar2 mengenai suatu masalah yang penting maka ia harus berusaha mencari akar permasalahannya. Jangan sampai ia terjebak pada keinginan untuk mengungkit kesalahan2yang pernah dilakukan suaminya pada masa lalu. Sebab mengungkit2 kesalahan hanya akan memperluas wilayah perselisihan dan menghabiskan banyak tenaga yang akan memperburuk perselisihan
3. Membuka diri, Membiacarakan pikiran, perasaan, keinginan dan emosinya serta berusaha unatuk tidak membicarakan hal-hal yang menyangkut diri suaminya yang dapat membuat sang suami merasa dituduh.
4. Mencari titik persamaan dan pemahaman serta menguatkannya
5. Berdamai atas dasar ketulusan niat
6. Memelihara kualitas komunikasi yang baik antara suami dan istri
Beberapa Kesalahan Fatal yang Dilakukan Kaum Wanita
1. Menyembunykan unek2 dalam hatinya dan menahan perasaan
2. Melibatkan orang lain dalam perselisihan
3. Menggunakan cara yang mematikan kepribadian suami à Menggunakan kata2 kasar dan menghinakan yang dapat menyakiti hati sang suami
4. Bertengkar dihadapan anak2
5. Jika diacuhkan suami à Tidak menuntut lebih banyak terhadap suami atau membebaninya dengan hal2 yang berat.
Tipikal Wanita Penyejuk Hati
1. Melahirkan suaminya kembali
Wanita penyejuk hati adalah wanita yang kreatif, produktif dan inovatif. Ia selalu mengetahui bagaimana menjadikan suaminya bagaikan terlahir kembali.
2. Bersama suaminya merancang tujuan hidup
3. Menghidupkan motivasi dan harapan suami
4. Mengimbangi suami dalam kegiatan prestatif
Seorang wanita tidak akan dapat menyemangati dan mendorong suaminya untuk mencapai keberhasilan kecuali bila ia kreatif dan mampu menghibur ketika sang suami mengalami kesusahan.
5. Tidak menghalangi tekad bulat suami
6. Pandai melontarkan kritik membangun
7. Memahami politik anti campur tangan
Hal ini perlu dilakukan apabila suami yang lebih suka mengerjakan pekerjaan mereka sendiri, untuk menghadapinya seorang istri yang baik akan berusaha menciptakan ketenangan dan kebahagiaan dirumah agar pekerjaan sang suami tidak terganggu.
8. Memberi kesempatan kepada suami untuk menekuni pekerjaannya
9. Tidak menjadikan aib suaminya sebagai pengahalang
10. Menjadi sandaran tebaik bagi suami saat mengalami krisis
11. Selalu member motivasi kepada suami dan tidak meninggalkannya ketika mengalami kegagalan
Doaku :
Ya ALLAH sesungguhnya Engkau mengetahui hati2 ini terhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,telah terpadu dalam membela syariat-Mu.
Teguhkanlah, ya ALLAH ikatannya. Kekalkanlah cinta kasihnya. Tunjukilah jalan2nya. Penuhilah hati2 tersebut dengan cahaya-Mu yang tidak pernah hilang.
Lapangkanlah dada2 kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu dan indahnya bertawakkal kepada-Mu. Hidupkanlah hati ini dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid dijalan-Mu.
Engkaulah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong.
Ya ALLAH, kabulkanlah dan sampaikanlah shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW., dan sampaikan salam juga kepada keluarga, para sahabatnya.
Amin Ya Robbal’alamin

Thursday, May 5, 2011

Bijaksana Pada sang Tulang Rusuk


اَلسَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ(“Assalamu ‘alaikum”)

 BismillahiRahmaniRahiim

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Alloh memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak..” (QS. An-Nisa : 1)

Sebagian besar mufassirin (ahli tafsir) menjelaskan yang dimaksud “dari padanya”itu adalah bagian tubuh (tulang rusuk) Adam sebagaimana hadist yang diriwayatkan Bukhari Muslim yang akan penulis sampaikan nanti. Dari ayat tersebut, Iman kita diajarkan untuk mengetahui bahwa, wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki.

Selanjutnya, ternyata bukan hanya secara biologis seorang wanita membawa unsur tulang rusuk laki-laki.
Melainkan kejiwaannya juga mensifati tulang rusuk. Bengkok dan rapuh.

Sebagaimana sabda Rosulullah : Berwasiatlah kalian mengenai kaum wanita. Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Sesungguhnyatulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kau meluruskannya, maka kau mematahkannya. Jika kau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Maka berwasiatlah kalian mengenai wanita (HR Bukhari)

Begitulah, dalam fitrahnya wanita membawa sisi-sisi perbedaan dengan kaumlaki-laki. Terkadang, perbedaan itu terwujud berupa kelemahan atau kebengkokan.

Suatu ketika Rasulullah harus sedikit menegur Aisyah ketika sang Humaira cemburu berat.
Aisyah berkata “Rasulullah jika mengingat Khadijah, tak bosan-bosannya memuji dan beristighfar untuknya. Hingga pada suatu hari beliau menyebut-nyebutnya yang membuatku terbawa oleh rasa cemburu. Aku berkata, ‘Alloh telah menggantikan yanglanjut usia itu bagimu.’ Aku saksikan beliau sangat marah seraya berkata, “Apa yang kau katakan? Demi Allah, ia beriman ketika orang-orang mendustakan aku.

Ia melindungi ketika orang-orang menolakku.
Darinya aku dikaruniai anak-anak dan tidak aku dapatkan dari kalian.
” Aku sangat menyesal sambil berdoa dalam hati: Ya Allah,jika Engkau hilangkan kemarahan Rasul-Mu terhadapku, aku tak akan lagi menyebutkan kejelekannya,”
Perilaku itu bukanlah aib bagi Aisyah. Sikap itu bukanlah lahir dari tempaan hidup yang salah. Atau bukan karena pergaulan dan didikan orangtua yang keliru. Itulah kejiwaannya sebagai wanita, yang pastinya itu juga ada pada semua wanita. Kebengkokan itu sesekali muncul ke permukaan. Aisyah adalah seorang wanita ahli Syurga, tapi di dunia, ia tetap hidup sebagaimana fitrah wanita pada umumnya.

Sifat bengkok itu sudah ada sejak Allah meniupkan ruh ke dalam rahim ibu seorangwanita.
Maka dari itu, kebengkokan seorang wanita bukanlah untuk dibenci. Kebengkokan mereka bukanlah aib.
Apalagi tanpa ampun dijadikan pembenar untuk menyakiti. Karena kebengkokan itu bukanlah berkaitan dengan rendahnya derajat dirinya di hadapan Allah.
Di hadapanAllah kemuliaan seorang wanita dan laki-lakitetap secara adil dilihat dari amal sholihnya. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal sholih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (QS. An-Nisa : 124)


Kebengkokan itu, menurut Dr. Akram Ridha, juga bersifat emosional dan bukan karakter yang melekat terus menerus. Seorang wanita kadang dikuasai oleh emosinya hingga tak mampu bersikap bijaksana saat mengambil keputusan, atau kadang ia berbuat atau berkata tidak pantas pada suaminya. Maka sebaiknya suami harus bersabar dan melihat kebengkokan istri tersebut sebagai kondisi diluar kendali dirinya. Ia tak bermaksud menyempitkan dan menyakiti suaminya.

Bila Rasul mengabarkannya untuk kita tentang kelemahan perempuan,
bukan maksud merendahkan kedudukan mereka.
Melainkan untuk diketahui, dimaklumi dan selanjutnya dipergauli dengan ma’ruf dan penuh kasih sayang.

Monday, May 2, 2011

istigfar nabi Adam

Ya ALLAH, aku memohon ampunan-MU atas :
1. Semua dosaku yang telah pernah aku bertobat darinya kepadaMU kemudian aku mengulanginya
2. Segala yang pernah aku berjanji kepadaMu namun tak kupenuhi
3. Semua amalan yang tadinya kutujukan secara ikhlas untukMu namun ternyata ia bercampur dengan tujuan selainMu
4. Segala nikmat yang Kau limpahkan untukku lalu kugunakan sebagai sarana untuk melakukan pembangkangan (maksiat) terhadapMu
5. Segala yang Engkau ketahui baik tampak maupun tersembunyi
6. Segala dosa yang kulakukan dalam terangnya siang ataupun dalam gelapnya malam hari, diantara orang banyak ataupun dalam kesendirian, secara rahasia ataupun terang-terangan
Ya ALLAH yang Maha Pemurah… :) 
Sumber : Al Ghazali - Dzikir dan Doa

Sunday, May 1, 2011

Etika Ukhuwah



Orang Muslim karena imannya tidak mencintai ketika ia harus mencintai melainkan karena Allah Ta‘ala, dan tidak membenci ketika ia harus membenci melainkan karena Allah Ta‘ala, karena ia tidak mencintai kecuali apa yang dicintai Allah Ta‘ala dan Rasul-Nya, dan ia tidak membenci kecuali apa yang dibenci Allah Ta‘ala dan Rasul-Nya. Jadi, orang Muslim mencintai karena Allah dan Rasul-Nya, dan membenci karena keduanya. Dalilnya ialah sabda Rasulullah saw.,
“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan menahan pemberian karena Allah, sungguh ía telah rnenyempurnakan imannya.” (Diriwayatkan Abu Daud).
Berangkat dan perspektif inilah, orang Muslim mencintai seluruh hamba-hamba Allah Ta‘ala yang shalih, ia berikan loyalitasnya kepada mereka, membenci seluruh hamba-hamba-Nya yang fasik, dan memusuhi mereka. Ini tidak menghalangi orang Muslim untuk menjadikan sahabat-sahabatnya sebagai saudara-saudara karena Allah, dan ia beri cinta khusus kepada mereka, sebab Rasulullah saw. menganjurkan menjadikan teman-teman yang baik sebagai saudara-saudara karena Allah Ta‘ala dengan sabda-sabdanya, seperti sabda-sabdanya berikut ini:
Sabda Rasulullah saw.,
“Orang Mukmin itu jinak dan bisa dijinakkan. Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak jinak, dan tidak bisa dijinakkan.” (Diriwayatkan Ahmad, Ath-Thabrani, dan Al-Hakim yang meng-shahih-kannya).
“Sesungguhnya di sekitar Arasy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya, dan di atas mimbar-mimbar tersebut terdapat orang-orang di mana pakaian mereka adalah cahaya, dan wajah mreka adalah cahaya. Mereka bukan nabi, dan bukan pula syuhada’. Para nabi, dan syuhada’ iri kepada mereka.” Ditanyakan kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, sebutkan sifat-sifat mereka kepada kita.”  Rasulullah saw. bersabda, “Mereka saling mencintai karena Allah, saling duduk karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah.” (Diriwayatkan An-Nasai. Hadits ini shahih).
“Sesungguhnya Allah Ta‘ala berfirman, ‘Kecintaan-Ku berhak dimiliki orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku. Kecintaan-Ku berhak dimiliki orang-orang yang saling menolong karena-Ku’.” (Diriwayatkan Ahmad dan Al-Hakim yang men-shahih-kannya).
“Ada tujuh orang yang dilindungi Allah di bawah lindungan-Nya pada hari tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya: (1) pemimpin yang adil, (2) pemuda yang besar dalam ibadah kepada Allah Ta’ala, (3) orang yang hatinya menyatu dengan masjid, (4) dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) orang yang menyendiri berdzikir kepada Allah kemudian matanya mengucurkan airmata, (6) orang yang diajak oleh wanita yang berketurunan baik dan cantik kemudian ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah Ta‘ala, (7) dan orang yang bersedekah dengan sedekah kemudian ia merahasiakannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari).
“Seseorang berkunjung kepada saudaranya di desa lain, kemudian Allah menyuruh malaikat untuk berjalan mengikutinya. Ketika malaikat tersebut bertemu dengan orang tersebut, ia bertanya, ‘Engkau akan pergi kemana?’ Orang tersebut menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini?’ Malaikat bertanya, ‘Apakah karena nikmat yang ingin engkau dapatkan?’ Orang tersebut menjawab, ‘Tidak, hanya saja aku mencintai saudaraku tersebut karena Allah.’ Malaikat berkata, ‘Aku adalah utusan Allah kepadamu untuk mengatakan kepadamu bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu tersebut’.”(Diriwayatkan Muslim).
Syarat ukhuwwah (persaudaraan) ialah harus karena Allah Ta‘ala, dan di jalan-Nya, dalam arti kata, bersih dari ikatan-ikatan dunia dan materi, serta motivasinya ialah iman kepada Allah Ta ‘ala, dan bukan yang lain.
Adapun ciri-ciri orang yang harus dijadikan sebagai saudara ialah sebagai berikut:
1. Ia berakal, karena tidak baik bersaudara, atau bersahabat dengan orang yang kurang waras.
2. Ia berakhlak mulia, sebab orang yang amoral kendati ia berakal, namun bisa saja ia dikalahkan syahwat, dan emosi mendominasinya, akibatnya ia berbuat jahat kepada orang lain.
3. Ia bertakwa, karena orang fasik yang tidak taat kepada Tuhannya itu tidak bisa dipercaya, sebab tidak tertutup kemungkinan ia berbuat jahat terhadap saudara tanpa memperdulikan persaudaraan, dan lain sebagainya, karena orang yang tidak takut Allah Ta ‘ala itu tidak takut kepada selain Allah dalam kondisi apa pun.
4. Ia berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, jauh dari khurafat, dan bid’ah, sebab akibat buruk pelaku bid’ah itu menimpa temannya, dan karena pelaku bid’ah dan penurut hawa nafsu itu harus ditinggalkan dan diembargo, maka bagaimana mungkin menjadikan keduanya sebagai saudara, atau sahabat karib? Salah seorang dan orang-orang shalih menasihati anaknya untuk menyeleksi teman-temannya, “Anakku, jika engkau ingin bergaul dengan orang-orang, maka bergaullah dengan orang yang jika engkau mengabdi kepadanya maka ia melindungimu, jika engkau bergaul dengannya maka ia menghiasimu, dan jika perbekalanmu habis maka dia  memberikan perbekalan kepadamu. Bergaullah dengan orang yang jika engkau menyodorkan tanganmu dengan kebaikan maka ia juga menyodorkan tangannya, jika ia melihat kebaikan padamu maka ia menghitungnya, dan jika ia melihat kesalahan padamu maka ia menutupnya. Bergaullah dengan orang yang jika engkau meminta kepadanya maka ia memberi apa yang engkau minta. Bergaullah dengan orang yang jika engkau berkata maka ia membenarkan ucapanmu, jika engkau berdua ingin mendapatkan sesuatu maka ia mengangkatmu sebagai ketua, dan jika engkau berdua memperebutkan sesuatu maka ia mengutamakanmu.”
Hak-hak Ukhuwah (Persaudaraan)
Di antara hak-hak ukhuwah (persaudaraan) ialah sebagai berikut:
1. Membantu dengan dana. Setiap saudara harus membantu saudaranya dengan dana jika saudaranya memerlukannya. Dalam arti bahwa uang keduanya adalah uang bersama, seperti diriwayatkan Abu Hurairah ra bahwa ia didatangi seseorang yang kemudian berkata, “Aku ingin bersaudara denganmu karena Allah, tahukah engkau apa hak persaudaraan?” Abu Hurairah berkata, “Tolong jelaskah hak persaudaraan kepadaku.” Orang tersebut berkata, “Engkau tidak merasa lebih berhak atas dinarmu, dan dirhammu daripada aku.” Abu Hurairah berkata, “Aku belum bisa sampai pada tingkatan itu.” Orang tersebut berkata, “Kalau begitu, pergilah engkau dari sini.”
2. Masing-masing dari dua orang yang bersaudara harus membantu saudaranya dalam memenuhi kebutuhannya, mengutamakan saudaranya daripada dirinya sendiri, memeriksa kondisi saudaranya sebagaimana ia memeriksa kondisi dirinya, lebih mengutamakan saudaranya daripada dirinya sendiri atau keluarganya atau anak-anaknya, menanyakannya dalam setiap tiga hari. Jika saudaranya sakit maka ia menjenguknya, jika saudaranya mengalami kesulitan maka ia membantu meringankannya, jika saudaranya lupa maka ia mengingatkannya, menyambutnya dengan hangat jika saudaranya mendekat, memberi tempat yang luas jika saudaranya ingin duduk, dan mendengarkan dengan senius jika saudaranya berbicara.
3. Menjaga lisan dengan tidak membeberkan aib saudaranya baik sepengetahuan maupun tanpa sepengetahuannya, tidak membongkar rahasianya, dan tidak berusaha mengetahui rahasia-rahasia diri saudaranya. Jika ia melihat saudaranya di salah satu jalan untuk satu kebutuhan, maka ia tidak menyuruhnya menyebutkan kebutuhannya tersebut, dan tidak berusaha mengetahui sumbernya. Ia menyuruhnya kepada kebaikan dengan lemah-lembut, melarangnya dari kemungkaran dengan lemah-lembut, tidak membantah ucapannya, tidak mendebatnya dengan kebenaran atau kebatilan, tidak mengecamnya dalam satu urusan pun, dan tidak menyalahkan perbuatannya.
4. Memberi sesuatu yang dicintai saudaranya dan lisannya dengan memanggilnya dengan nama yang paling ia sukai, menyebutkan kebaikannya tanpa sepengetahuannya atau di depannya, menyampaikan pujian orang kepadanya sebagai bentuk keiriannya kepadanya dan kebahagiaannya dengannya, tidak menasihati berjam-jam hingga membuatnya gerah, dan tidak menasihati di depan umum karena hal mi mencemarkan nama baiknya. Imam Syafi’i Rahimahullah berkata, “Barangsiapa menasihati saudaranya secara rahasia, sungguh ia telah menasihatinya dengan baik, dan menghiasinya. Dan barangsiapa menasihati saudaranya dengan terang-terangan, sungguh ia telah mencemarkan nama baiknya.”
5. Memaafkan kesalahannya, tidak mengambil pusing dengan kekeliruan-kekeliruannya, menutup aib-aibnya, berbaik sangka kepadanya, jika saudaranya berbuat maksiat dengan diam-diam atau terang terangan maka ia tidak memutus persaudaraan dengannya, tidak membatalkan persaudaraannya, namun ia tetap menunggu taubatnya. Jika saudaranya tetap bertahan berbuat maksiat, ia boleh memutus persaudaraan dengannya, atau tetap mempertahankan persaudaraan dengannya dengan memberikan nasihat kepadanya, dan terus mengingatkannya dengan harapan saudaranya bertaubat, kemudian Allah Ta‘ala menerima taubatnya. Abu Ad-Darda’ ra berkata, “Jika saudaramu berubah, maka engkau jangan meninggalkannya karena hal tersebut, karena saudaramu itu terkadang menyimpang, namun pada kesempatan lain ia berada di atas jalan yang lurus.”
6.  Memenuhi hak ukhuwwah (persaudaraan) dengan menguatkannya dan mempertahankan perjanjiannya, karena memutus ukhuwwah itu membatalkan pahala ukhuwwah. Jika ia meninggal dunia, ia mentransfer hubungan ukhuwwah ini kepada anak-anaknya, dan sahabat-sahabat yang setia kepadanya untuk menjaga ukhuwwah, dan setia kepada saudaranya. Rasulullah saw. memuliakan wanita tua, kemudian beliau ditanya tentang sikapnya tersebut, maka beliau bersabda, “Sesungguhnya wanita tua ini dulu sering datang kepada kami semasa Khadijah masih hidup, dan sesungguhnya memuliakan janji adalah bagian dan agama.” (Diriwayatkan Al-Hakim dan ia men-shahih-kan hadits ini).
Di antara bentuk kesetiaan kepada ukhuwwah ialah ia tidak boleh bersahabat dengan musuh saudaranya, karena Imam Syafi’i Rahimahullah berkata, “Jika temanmu mentaati musuhmu, maka keduanya terlibat dalam permusuhan denganmu.”
7. Tidak menyuruh saudaranya dengan sesuatu yang tidak mampu ia kerjakan, dan tidak ia senangi. Ia tidak boleh bergantung dengan harta atau jabatan saudaranya, dan tidak menyuruhnya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan, karena asas ukhuwwah ialah karena Allah Ta‘ala. Oleh karena itu, ukhuwwah ini tidak boleh diubah kepada selain Allah, misalnya untuk menarik rnanfaat dunia, atau menolak madharat dunia. Sebagaimana tidak menyuruhnya dengan sesuatu yang tidak mampu ia kerjakan, dan juga tidak boleh mengkondisikan saudaranya menyuruh dirinya mengerjakan sesuatu yang tidak mampu ia kerjakan, karena hal ini merusak ukhuwwah dan mengurangi pahala yang keduanya harapkan dari ukhuwwah. Ia bersama saudaranya harus membuang sikap pembebanan yang tidak proporsional, karena cara seperti itu menghasilkan sikap jalang yang bertentangan dengan persatuan. Disebutkan dalam atsar, “Aku, dan orang-orang bertakwa dan umat berlepas diri dari pembebanan yang tidak proporsional.”
8. Mendoakan saudaranya, anak-anaknya, dan apa saja yang terkait dengannya sebagaimana ia senang mendoakan dirinya, anak-anak kandungnya, dan apa saja yang terkait dengannya, sebab seseorang tidak berbeda dengan saudaranya karena persaudaran telah menyatukan keduanya. Oleb karena itu, ia harus mendoakan saudaranya baik dalam keadaan hidup, atau mati, atau tidak ada di tempat, atau berada di tempat. Rasulullah saw. bersabda,
“Jika seseorang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka malaikat berkata, ‘Engkau juga mendapatkannya’.” (Diriwayatkan Muslim).
Salah seorang dari orang-orang shalih berkata, “Mana perumpamaan seorang saudara yang shalih? Jika salah satu keluarga seseorang meninggal dunia, maka keluarganya pasti membagi-bagi warisannya, dan mereka menikmati harta peninggalannya. Sedang saudaranya yang shalih, ia berduka sendirian, memikirkan apa yang telah dipersembahkan saudaranya kepadanya, mendoakannya di kegelapan malam, dan memintakan ampunan untuknya sementara ia berada di bawah bintang-bintang.”

Thursday, March 24, 2011

Azab Dan Ujian


Azab atau Ujian,
Segala sesuatu yang menimpa diri kita, dapat berupa azab, dapat pula berupa ujian. Bagaimana membedakan keduanya ?
a.      Tergantung dari hidup diri, apakah selalu maksiat atau selalu taat. Kalau kita kadang melakukan kebaik dan kadang-kadang melakukan kesalahan, memang sulit membedakan antara azab dengan ujian,b.      Kalau selalu berbuat kebaikan, maka semua itu adalah ujian. Orang-orang beriman tidak pernah kering dari ujian. Ujian merupakan suatu ciri orang beriman. Dengan lulus ujian berarti imannya makin bertambah / naik.c.      Selama belum ketemu-diri, sulit menghindari keslahan yang kecil. Untuk insan yang memiliki nur-iman, maka sewaktu merasakan cahaya-imannya meredup, ia segera introspeksi, kesalahan apa yang telah lakukan (misal dalam hatinya, terbit rasa bangga, ………….), ia segera istighfar, kekuatan cahaya-imannya menaik lagi. Untuk beristighfar ini jangan tunda sampai tiba waktu Shalat berikutnya.d.      Untuk perhatian, bahwa setiap Hamba yang bertaubat akan dibersihkan dari barang-barang haram oleh Allah, dengan maksud agar barang-barang ini tidak terbawa ke Akhirat. Sikap hamba yang bertaubat dalam Menghadapi Ujian taubatBanyak orang yang bertaubat nampaknya amat sangat mencari Allah, namun sesungguhnya yang dicari oleh hatinya adalah hal – hal selain Allah. Orang-orang seperti inilah yang akan hancur lebur dengan ujian-ujian yang dihadirkan Allah. Inilah yang banyak terjadi pada hamba yang bertaubat.Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (QS. 70:19-21)Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS. 17:83)Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. 7:131)Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. 22:11)Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Rabbku telah memuliakanku". Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: "Rabbku menghinakanku". (QS. 89:15-16)………….. janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. 18:28)Semakin sadar seorang hamba yang bertaubat akan hakikat masalah-masalah kehidupan, maka akan semakin sadar ia bahwa masalah-masalah kehidupan adalah merupakan anugrah dari-Nya. Dengan masalah-masalah kehidupan itu :
  1. Allah memberikan kepada sang hamba cermin-cermin yang agar sang hamba menyadari keburukan-keburukan diri yang harus diperbaikinya.
  2. Allah membersihkan manusia dari dosa-dosa.
  3. Allah hendak membentuk jiwa seorang hamba, sesuai dengan misi suci yang dilekatkan Allah kepadanya.Bagaikan besi yang ditempa, karat-karatnya hancur dan bersih dimakan api, dan kemudian besi tersebut dibentuk untuk dijadikan pedang, tombak, dan lain sebagainya.
Seorang hamba yang bertaubat yang menyadari hal diatas, maka mereka menerima masalah-masalah kehidupan dengan senang hati. Sebagaimana mereka menerima kemewahan."Artinya : Dari Abu Sa’id Al-Khudry Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku memasuki tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau sedang demam. Lalu kuletakkan tanganku di badan beliau. Maka aku merasakan panas ditanganku di atas selimut. Lalu aku berkata.’Wahai Rasulullah, alangkah kerasnya sakit ini pada dirimi’. Beliau berkata :’Begitulah kami (para nabi). Cobaan dilipatkan kepada kami dan pahala juga ditingkatkan bagi kami’. Aku bertanya.’Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya ?. Beliau menjawab. ‘Para nabi. Aku bertanya. ‘Wahai Rasulullah, kemudian siapa lagi?. Beliau menjawab.’Kemudian orang-orang shalih. Apabila salah seorang di antara mereka diuji dengan kemiskinan, sampai-sampai salah seorang diantara mereka tidak mendapatkan kecuali (tambalan) mantel yang dia himpun. Dan, mereka sungguh merasa senang karena cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kamu yang senang karena kemewahan". [Ditakhrij Ibnu Majah, hadits nomor 4024, Al-Hakim 4/307, di shahihkan Adz-Dzahaby].Orang-orang seperti inilah yang dalam al Qur’an dikatakan sebagai orang yang mencari wajah (keridlaan) Allah. Karena sesungguhnya keridlaan Allah terkait dengan seberapa ridla manusia menerima segala karsa-Nya.Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridlaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itumelewati batas. (QS. 18:28)Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridlaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (QS. 2:207)Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridlaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. 29:69) Allah ridla terhadap mereka, dan merekapun ridla terhadapnya. Itulah keberuntungan yang paling besar". (QS. 5:119)Seorang hamba tidak akan mungkin selamat, kalau tidak mendapatkan ridla dari Allah Swt. Namun bagaimana mungkin Allah akan ridla kepada seorang hamba, apabila terhadap apa yang diberikan-Nya selalu ditolak, apakah dalam wujud caci maki dan keluh kesah. Orang yang ridla kepadaAllah Swt inilah yang dalam ayat lain dibahasakan sebagai orang-orang yang berserah diri(islam) kepada-Nya. Bukanlah hamba yang bertaubat , apabila dalam hidupnya ia masih saja berkeluh kesah terhadap masalah-masalah yang dihadapinya.Dari Shuhaib Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya". [Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud]