Azab atau Ujian,
Segala sesuatu yang menimpa diri kita, dapat berupa azab, dapat pula berupa ujian. Bagaimana membedakan keduanya ?
a. Tergantung dari hidup diri, apakah selalu maksiat atau selalu taat. Kalau kita kadang melakukan kebaik dan kadang-kadang melakukan kesalahan, memang sulit membedakan antara azab dengan ujian,b. Kalau selalu berbuat kebaikan, maka semua itu adalah ujian. Orang-orang beriman tidak pernah kering dari ujian. Ujian merupakan suatu ciri orang beriman. Dengan lulus ujian berarti imannya makin bertambah / naik.c. Selama belum ketemu-diri, sulit menghindari keslahan yang kecil. Untuk insan yang memiliki nur-iman, maka sewaktu merasakan cahaya-imannya meredup, ia segera introspeksi, kesalahan apa yang telah lakukan (misal dalam hatinya, terbit rasa bangga, ………….), ia segera istighfar, kekuatan cahaya-imannya menaik lagi. Untuk beristighfar ini jangan tunda sampai tiba waktu Shalat berikutnya.d. Untuk perhatian, bahwa setiap Hamba yang bertaubat akan dibersihkan dari barang-barang haram oleh Allah, dengan maksud agar barang-barang ini tidak terbawa ke Akhirat. Sikap hamba yang bertaubat dalam Menghadapi Ujian taubatBanyak orang yang bertaubat nampaknya amat sangat mencari Allah, namun sesungguhnya yang dicari oleh hatinya adalah hal – hal selain Allah. Orang-orang seperti inilah yang akan hancur lebur dengan ujian-ujian yang dihadirkan Allah. Inilah yang banyak terjadi pada hamba yang bertaubat.Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (QS. 70:19-21)Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS. 17:83)Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. 7:131)Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. 22:11)Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Rabbku telah memuliakanku". Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: "Rabbku menghinakanku". (QS. 89:15-16)………….. janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. 18:28)Semakin sadar seorang hamba yang bertaubat akan hakikat masalah-masalah kehidupan, maka akan semakin sadar ia bahwa masalah-masalah kehidupan adalah merupakan anugrah dari-Nya. Dengan masalah-masalah kehidupan itu :
Segala sesuatu yang menimpa diri kita, dapat berupa azab, dapat pula berupa ujian. Bagaimana membedakan keduanya ?
a. Tergantung dari hidup diri, apakah selalu maksiat atau selalu taat. Kalau kita kadang melakukan kebaik dan kadang-kadang melakukan kesalahan, memang sulit membedakan antara azab dengan ujian,b. Kalau selalu berbuat kebaikan, maka semua itu adalah ujian. Orang-orang beriman tidak pernah kering dari ujian. Ujian merupakan suatu ciri orang beriman. Dengan lulus ujian berarti imannya makin bertambah / naik.c. Selama belum ketemu-diri, sulit menghindari keslahan yang kecil. Untuk insan yang memiliki nur-iman, maka sewaktu merasakan cahaya-imannya meredup, ia segera introspeksi, kesalahan apa yang telah lakukan (misal dalam hatinya, terbit rasa bangga, ………….), ia segera istighfar, kekuatan cahaya-imannya menaik lagi. Untuk beristighfar ini jangan tunda sampai tiba waktu Shalat berikutnya.d. Untuk perhatian, bahwa setiap Hamba yang bertaubat akan dibersihkan dari barang-barang haram oleh Allah, dengan maksud agar barang-barang ini tidak terbawa ke Akhirat. Sikap hamba yang bertaubat dalam Menghadapi Ujian taubatBanyak orang yang bertaubat nampaknya amat sangat mencari Allah, namun sesungguhnya yang dicari oleh hatinya adalah hal – hal selain Allah. Orang-orang seperti inilah yang akan hancur lebur dengan ujian-ujian yang dihadirkan Allah. Inilah yang banyak terjadi pada hamba yang bertaubat.Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (QS. 70:19-21)Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS. 17:83)Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. 7:131)Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. 22:11)Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Rabbku telah memuliakanku". Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: "Rabbku menghinakanku". (QS. 89:15-16)………….. janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. 18:28)Semakin sadar seorang hamba yang bertaubat akan hakikat masalah-masalah kehidupan, maka akan semakin sadar ia bahwa masalah-masalah kehidupan adalah merupakan anugrah dari-Nya. Dengan masalah-masalah kehidupan itu :
- Allah memberikan kepada sang hamba cermin-cermin yang agar sang hamba menyadari keburukan-keburukan diri yang harus diperbaikinya.
- Allah membersihkan manusia dari dosa-dosa.
- Allah hendak membentuk jiwa seorang hamba, sesuai dengan misi suci yang dilekatkan Allah kepadanya.Bagaikan besi yang ditempa, karat-karatnya hancur dan bersih dimakan api, dan kemudian besi tersebut dibentuk untuk dijadikan pedang, tombak, dan lain sebagainya.

No comments:
Post a Comment