Monday, March 14, 2011

munafiqun


Orang munafik itu itu hampir sama dengan orang kafir. Bedanya,kalau orang kafir nyata-nyata tidak mengakui kebenaran adanya Allah dan menentang ajaran Nabi SAW. Menghadapi orang munafik lebih sulit.Lahiriahnya ia tampak muslim tetapi hatinya bertolak belakang. Kalaupun ia melakukan ibadah,maka semata-mata karena takut dikucilkan orang-orang yang sholeh. Kebaikan yang dilakukan hanyalah kedok belaka.
Pintar sekali orang-orang munafik itu memutarbalikkan fakta. Syara’ dikelabui sedemikian rupa dengan memasukkan logika sehingga menjadi kabur. Kemungkaran disiasati sehingga tampak sebagai kebaikan yang halal,padahal haram. Kenyataan yang demikian itu berarti mendukung kemungkaran dan mencegah kebaikan.
Seperti firman Allah:
“Orang-orang munafik,laki-laki dan perempuan sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama,mereka mengajak berbuat munkar dan mencegah yang makruf..(At-Taubah 67)
Jika dalam suatu masyarakat terdapat kemungkaran,sedangkan orang-orang muslim yang taat atau ulama membiarkannya(tidak mau memperingatkan) maka Allah akan memberi kehancuran. Akibat ulah orang yang tidak taat,orang-orang yang taatpun terkena imbasnya,ikut memikul bencana.
Nabi SAW bersabda:
Orang yang teguh dan lemah pendiriannya kepada Allah,diibaratkan seperti 3 penumpang kapal laut. Yang masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri,ada yang menjaga dek bagian atas,bagian bawah dan mengemudikan layar. Di tengah perjalanan tiba-tiba ada yang mengambil kapak dan melubangi kapal.
“Apa maksudmu melubangi kapal?”kata si A
“Biar dekat dengan air,mudah mengambilnya..” kata si B
“Biarkan saja dia melakukan sesukanya,kita punya tugas sendiri-sendiri,lagipula itu bukan urusan kita” kata si C
“Bukan begitu,ayo kita cegah dia melubangi kapal ini,kalau kapal ini tenggelam,kita semua bisa binasa.”
Maka Nabi SAW bersabda;
Apabila salah satunya bisa mencegah perbuatan buruk itu maka semuanya akan selamat, tetapi jika membiarkannya maka semuanya akan celaka.

No comments:

Post a Comment