Monday, May 2, 2011

Tafsir Gabungan _ Surah AL-FATIHAH


Alhamdulillah Tafsir Gabungan ini dibuat oleh aku…
Makin dibaca makin cinta kepada ALLAH dan Rasulnya… Terima kasih ALLAH… Salam sayang dan cinta untuk Sang Rasullullah… Semoga kita semua dapat bisa masuk dalam golongan orang2 yang di berkahi dan di rahmati ALLAH… Amin Ya Rabb…
Nb… Maaf ya kalau tampilannya kadang besar kecil gt deh… padahal pas di copy oke loh..he..he…. :)
ALLAH… AKu mohon cinta Mu dan orang2 yang mencintaiMu sampaikanlah kepada ku amalan yang mendekati cintaku PadaMu yang menjadikan cintaku kepadaMu melebihi dari cintaKu kepada diri ku sendiri dan keluargaku… Amin Ya Rabb…
TAFSIR GABUNGAN - SURAT AL FATIHAH
Ayat 1
Surat ini dimulai dengan menyebut dan mengingatnama Allah baik berdiri maupun duduk 1, satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan suci dari segala bentuk kekurangan. Dialah pemilik rahmah (sifat kasih) yang tak habis-habisnya, yang menganugerahkan segala macam kenikmatan, baik besar maupun kecil 2.
Ayat 2
Segala puja dan puji 3 serta syukur 4 dilangit dan di bumi 5 di dunia dan di akhirat dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan12 , kita persembahkan kepada Allah semata di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur 7, karena Dialah 8 Rabb Tuhan Sesembahan Yang Maha Memiliki, Merajai, Memelihara, Mengatur, Yang Berkuasa atas segala hal yang mengarahkan sesuatu tahap demi tahap menuju kesempurnaan kejadian dan fungsi  9 serta yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya 13 Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy 14 yang telah mengajarkan Al-Quran 15 Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu 16 dan memelihara seluruh makhluk10 dan alam raya atau segala sesuatu selain Allah 11 yang tidak menganugerahkan suatu nikmat kepada seseorang hamba, lalu ia mengucapkan Alhamdulillah, melainkan apa yang diberikan-Nya itu lebih baik dari pada apa yang diambil-Nya 17Ayat 3
Dua dari Asma’ul Husna, yakni Rahman/Maha Pemurah kepada semua ciptaan-Nya, dan Rahim/Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin dengan mencurahkan kasih sayang yang tiada putus-putusnya 18 Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman 22 memberikan segala kenikmatan, baik besar maupun kecil 19 Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah 23 Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy 20, yang telah mengajarkan Al-Quran 21Ayat 4
Dan Dia-lah Raja atau Penguasaan terhadap sesuatu disebabkan oleh kekuatan pengendalian dan kepatutannya 26 Penguasa satu-satunya pada hari kiamat, hari penghitungan dan pembalasan. Wewenangnya pada hari itu bersifat mutlak dan tidak disekutui oleh suatu apa pun 24. Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain, segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah 25. Hari Perhitungan dan Pembalasan atas semua perbuatan 27, Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allahlah Yang Benar, lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya) 28 dan Allah (pada hari kiamat) akan menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan-Nya, lalu Dia berfirman, ‘Aku adalah Raja. Dimanakah raja-raja bumi? Dimanakah mereka yang merasa perkasa? Dan dimanakah orang-orang yang sombong? 29 yang Julukan yang paling hina disisi Allah adalah seseorang yang menjuluki dirinya Malikul Amlak (Raja Diraja).” (Karena) tidak ada Malik (Raja) yang sebenarnya kecuali Allah 30.
Ayat 5
Hanya kepada-Mu “kami” menyembah, mengabdi, taat 31, meminta pertolongan32, mengesakan, takut, dan berharap, wahai Tuhan kami, bukan selain-Mu33. (Dia-lah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung 34 untuk bisa ta’at kepada-Mu dan untuk melaksanakan segala urusan kami35. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa 36, Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,” maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul) 37Ayat 6
Kepada Engkau-lah kami meminta untuk menunjuki kami jalan kebenaran, kebajikan, kebahagiaan 38, jalan hidayah 39 yang lurus 41 dan ilhamkanlah kepada kami jalan petunjuk, yaitu agama Allah yang tidak bengkok 40
Ayat 7
Yaitu jalan para hamba-Mu yang telah Engkau beri petunjuk untuk beriman kepada-Mu dan Engkau anugerahkan hidayah dan keridhaan-Mu 42 dan Yang telah Engkau anugerahi nikmat 43, yaitu : golongan malaikat 44, Nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang bersamanya, 45 para nabi, para shiddiqin (orang-orang yang sangat jujur), para syuhada, dan orang-orang shalih 46 Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya 47 , bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai 48yaitu orang-orang Yahudi 49 yang di antara mereka (ada) dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut? Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus 50 dan orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia 51 dan bukan pula jalan mereka yang sesat 52 adalah orang-orang Nasrani 53 yang berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu, mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus 54
DAFTAR RUJUKAN
[1] Lihat D-1
2 Lihat B-1
3 Lihat B-2
4 Lihat D-3
5 Lihat C-1
6 Lihat B-2
7 Lihat C-1
8 Lihat B-2
9 Lihat A-6
10 Lihat B-2
11 Lihat A-7
12 Lihat C-2
13 Lihat C-3
14 Lihat C-4
15 Lihat C-6
16 Lihat C-5
17 Lihat D-4
18 Lihat A-4
19 Lihat B-3
20 Lihat C-4
21 Lihat C-6
22 Lihat C-7
23 Lihat C-5
24 Lihat B-4
25 Lihat C-8
26 Lihat A-8
27 Lihat A-9
28 Lihat C-9
29 Lihat D-5
30 Lihat D-6
31 Lihat A-10
32 Lihat A-11
33 Lihat D-7
34 Lihat C-12
35 Lihat D-8
36 Lihat C-10
37 Lihat C-11
38 Lihat B-6
39 Lihat D-9
40 Lihat D-10
41 Lihat A-14
32 Lihat A-11
33 Lihat D-7
34 Lihat C-12
35 Lihat D-8
36 Lihat C-10
37 Lihat C-11
38 Lihat B-6
39 Lihat D-9
40 Lihat D-10
42 Lihat B-7
43 Lihat A-15
44 Lihat D-11
45 Lihat D-12
46 Lihat D-11
47 Lihat C-13
48 Lihat B-7
49 Lihat D-13
50 Lihat C-14
51 Lihat C-16
52 Lihat B-7
53 Lihat D-14
54 Lihat C-16
A. TAFSIR SEMANTIK
B. TAFSIR PILIHAN
1.       Surat ini dimulai dengan menyebut nama Allah, satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan suci dari segala bentuk kekurangan. Dialah pemilik rahmah (sifat kasih) yang tak habis-habisnya, yang menganugerahkan segala macam kenikmatan, baik besar maupun kecil.
2.       Segala puja dan puji kita persembahkan kepada Allah semata, karena Dialah yang menciptakan dan memelihara seluruh makhluk.
3.       Dia adalah pemilik dan sumber rahmah yang tak pernah putus memberikan segala kenikmatan, baik besar maupun kecil.
4.       Dan Dia-lah Penguasa satu-satunya pada hari kiamat, hari penghitungan dan pembalasan. Wewenangnya pada hari itu bersifat mutlak dan tidak disekutui oleh suatu apa pun.
5.       Hanya Engkau-lah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan.
6.       Kepada Engkau-lah kami meminta untuk menunjuki kami jalan kebenaran, kebajikan, dan kebahagiaan.
7.       Yaitu jalan para hamba-Mu yang telah Engkau beri petunjuk untuk beriman kepada-Mu dan Engkau anugerahkan hidayah dan keridhaan-Mu, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat dari kebenaran dan kebajikan karena mereka tidak beriman dan mengingkari petunjuk-Mu.
C. TAFSIR DENGAN AL-QURAN
1.       Dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. (QS. Ar-Rum [30]: 18)
2.       Dan Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al-Qashas [28] : 70)
3.       Fir’aun bertanya, “Siapa Tuhan semesta alam itu?” Musa menjawab, “Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya. (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya.” (QS. Asy-Syu’ara’ [26] : 23-24)
4.       (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy. (QS. Thaha [20] : 5)
5.       Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu… (QS. Al-Mulk [67] : 19)
6.       (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran. (QS. Ar-Rahman [55] : 1-2)
7.       Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab [33] : 43)
8.       Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (QS. Al-Infithar [82] : 18-19)
9.       Di hari itu, Allah akan member mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allahlah Yang Benar, lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya). (QS. An-Nur [24] : 25)
10.   Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah [2] : 21)
11.   Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,” maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An-Nahl [16] :36)
12.   (Dia-lah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (QS. Al-Muzzammil [73] : 9)
13.   Dan barang siapa yang menta’ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisa’ [4] : 69)
14.   Katakanlah, “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Ma’idah [5] : 60)
15.   Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan. (QS. Al-A’raf [7] : 152)
16.   Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Ma’idah [5] : 77)
D. TAFSIR DENGAN HADITS DAN ATSAR
1.       Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, “Pada saat pertama kali Jibril diturunkan untuk menemui Muhammad, Jibril berkata, “Ya Muhammad, ucapkan Aku berlindung kepada Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari tipu daya setan yang terkutuk.” Kemudian Jibril berkata, “Ucapkan ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.’” Ibnu Abbas berkata, “Jibril berkata kepada Muhammad, ‘Ucapkan “Bismillah”, wahai Muhammad!’ Kemudian Jibril berkata, ‘Bacalah  dengan mengingat Allah Tuhanmu, serta berdirilah dan duduklah dengan mengingat Allah.”
2.       Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Jibril berkata kepada Muhammad, ‘Ya Muhammad, katakanlah “Segala puji bagi Allah.”
3.       Diriwayatkan dari Hakam bin ‘Umair yang bisa disebut sahabat, dia berkata, “Nabi SAW telah bersabda, ‘Apabila engkau mengucapkan “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”, maka sesungguhnya engkau telah bersyukur kepada-Nya. Jadi, Allah pun pasti akan menambahkan (nikmat-Nya) kepadamu.”
4.       Allah tidak menganugerahkan suatu nikmat kepada seseorang hamba, lalu ia mengucapkan Alhamdulillah, melainkan apa yang diberikan-Nya itu lebih baik dari pada apa yang diambil-Nya. (HR. Ibnu Majjah)
5.       Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Allah (pada hari kiamat) akan menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan-Nya, lali Dia berfirman, ‘Aku adalah Raja. Dimanakah raja-raja bumi? Dimanakah mereka yang merasa perkasa? Dan dimanakah orang-orang yang sombong?’” (HR. ???)
6.       Rasulullah bersabda, “Julukan yang paling hina disisi Allah adalah seseorang yang menjuluki dirinya Malikul Amlak (Raja Diraja).” (Karena) tidak ada Malik (Raja) yang sebenarnya kecuali Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
7.       Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Jibril berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Katakanlah, wahai Muhammad, ‘Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami mengesakan, takut, dan berharap, wahai Tuhan kami, bukan selain-Mu.’”
8.       Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas mengenai ayat (wa iyyaka nasta’in)(dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan), ia berkata, “Maksudnya adalah untuk bias ta’at kepada-Mu dan untuk melaksanakan segala urusan kami.”
9.       Diriwayatkan dari Abdullah bi ‘Abbas, ia berkata, “Jibril berkata kepada Nabi Muhammad, ‘Katakanlah wahai Muhammad : Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Maksudnya adalah : ilhamkanlah kepada kami jalan hidayah.”
10.   Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata, “Jibril berkata kepada Nabi Muhammad, ‘Katakanlah, wahai Muhammad, “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”Ibnu ‘Abbas berkata, “Maksudnya adalah : ilhamkanlah kepada kami jalan petunjuk, yaitu agama Allah yang tidak bengkok.”
11.   Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas mengenai ayat : “Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.” Ia berkata, “Maksudnya adalah jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat berupa ketaatan dan ibadah kepada-Mu dari golongan malaikat, para nabi, para shiddiqin (orang-orang yang sangat jujur), para syuhada, dan orang-orang shalih.”
12.   Mengenai firman Allah : “Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka,” Abdurrahman bin Zaid berkata, “Maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang bersamanya.”
13.   Dari ‘Adi bin Hatim, dia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Yang dimaksud dengan orang-orang yang dimurkai adalah orang-orang Yahudi.”
14.   Diriwayatkan dari ‘Adi bin Hatim, dia berkata, “Rasulullah membaca ayat :“Dan juga bukan orang-orang yang Engkau sesatkan.” Beliau bersabda, “Maksudnya adalah orang-orang Nasrani.”

http://sav3-prabandari.blog.friendster.com/2010/03/tafsir-gabungan-%e2%80%93-surat-al-fatihah/

No comments:

Post a Comment